Puisi-puisi Anis Yulita

RONCEAN WAFA

 

Tusuklah aku dengan cahaya imanmu

Hingga runtuhlah aku tercakar

Akhlakmu yang teronce melodi syahadat

Cacaklah aku sempoyong ragaku

Dengan butir-butir gerimis tasbihmu

Basuhlah aku dengan guritan surban

Yang terteteskan kesejukan wudhu dalam kalbu

Ku mohon . . . !

Guyurlah aku dengan gemerisik wafa yang tersilir

Terlapis sinar Nadhif yang berbalut firdausi

Tuntunlah aku melalui cabang-cabang sabilah

Tapi tak mungkin terpaku dalam sandaran timangan

Aku harus berdiri menyangga dosa-dosaku

Kan ku genggam ketakwaan yang membelaiku

Dengan lampiran ayat-ayat suciku

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah, 2011

 

 

MENGINTAI EMBUN SENJA

 

Senyum yang menyimpan ribuan nestapa

Menyeberangi jembatan dosa berlumut yang keruh

Membaur ribuan daki dengan selaksa cericit renta

Merajut keping lara di celotehan kusam

Cahya surya redup mengintai jari lentik beruban

Pedang luka menghantam payung derita

Merangkul gejolak amarah suci dengan tangisan duka

Rengekan keroncongan membunuh jernihnya kesabaran

Namun sampah-sampah itu merayu wajah ragu

Dengan debu suram di condong hati layu

Tapi dengan rintik keringat agung

Akan kugali sumur-sumur fana di relung citra cita

Dengan setapak bebatuan yang tersayat jarum-jarum

Langkah menapak jejak ketabahan dan kepasrahan

Dengan semilir hujan kedamaian yang berbalut sutra embun senja

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah, 2011

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: