Puisi-puisi Ajie Pratama

DALAM KISAH BERSAMAMU

 

Kaupancarkan padaku

Cahaya puspa blencongmu

Bercerita Ramayana yang menggelegar

Di kelir polos jiwaku

Didalangi oleh mahir hatimu

Seiring gendhing merdu

Dan tembang madu

Yang dilantunkan Waranggana ayu

Disambung kidung rembulan

Merasuk dalam-dalam

Kau menyegarkanku dengan semilir guritmu

Membias di dalam hatiku

Di saat kau kebanggaan malam

Bergetar Gamelan di selaput jantungku

Selalu bergema-gema di otakku

Berelus-elus di aliran nadiku

Kurindukan tembangmu

Yang menggelitik gendang telinga

Di saat beralun-alun hening pikiran

Agar aku terbangun dari lumpuh semangat

Dan berkidung

Berjalan dengan tata krama yang agung

Selaras dengan isi hati

Memberi warna-warni bunga hari

Seperti pelangi yang membelah langit

Indahnya membentang lurik nurani

Jika bersama tembangmu

Bagaikan kluwung mencipta sampur

Tersampir indah di pundakku

Menitiskan berkah melewati ubun-ubun

Mengalir searus darah

Ke seluruh bagian tubuh

Memampukanku

Untuk merangkai gurit mencerahpercikkan malam

Untuk menegarpesonakan wayangku

Untuk meluasrasakan tembangku

Yang sebelumnya meredupguyurkan malam

Ingatkah kau saat cahaya blencong

Menatap takjub berlian mataku

Mendidihkan air semangatku

Semakin menjadi nyala terang jati diriku

 

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah, 2011

 

KISAH RISAU DI MALAM SUCI

 

Biarkan kisah tetap terloreng perih

Dan pedih kekal abadi

Tak dapat hapus dari cerita bumi

Inilah tapak kaki kami

Bersarung sandal busuk kaku

Ditimbun kusam remukan puing sampah

Namun ingat, itu berkah

Itu alur hidup kami yang harus berdiri

Dan terkubur dalam keganasannya

Hari menguntai deretan hati

Bisik bising bibir bergetar

Mereka telah nyaman dalam tenang

Yang dapat bercermin kaca permata

Masih terkeluh kesah pada wajah zaman

Tapi risau terherankan

Berderu-deru deritanya

Nestapa kami tak terasa

Namun bias tanya mengapa

Ingin tersiratkan luka

Kami yang hanya dapat

Berseragam baju kumal

Dan tas keranjang gatal

Tak mengeluh pada paku kegetiran

Saat itu terlintas bayang pikiran

Sebegitu lunakkah mereka

Tapi kokohlah tembok hidup kami

Jika bersama dalam jalur corak peradaban

Kami para pengais jalanan

Yang meraung di sisi selokan

Pencari peradil di sesat jalan

Dalam kekosongan semata dunia

Yang berdusta pada juta tangkai kedukaan

Kami bisa melecuti dengan lingkar kesamaan

Bersama kalian yang di mana-mana

Saling merajut isi suka isi duka

Karna sesungguhnya kita bersaudara

Yang dapat mengisi cercahan pelangi

Dalam kelamnya gerhana malam suci

 

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah, 2011

4 responses to this post.

  1. Posted by Destha ayu on 24 November 2016 at 07:18

    subhanallah, ingat zaman smp yang masih aktif nulis

    Balas

  2. Posted by Candra W on 11 November 2014 at 08:06

    waahh ini puisi Ajie yang pernah buat lomba,, ga aneh lah kalo bisa dapet juara… hebat lah…. (y)
    trus sekarang gmana yah kabar ajie?

    Balas

  3. Posted by Garuda Viola on 28 November 2013 at 09:01

    Puisi-puisi yang sangat bagus dan sangat indah. Kalau tidak salah puisi Ajie Pratama yang berjudul “Dalam Kisah Bersamamu” pernah menjadi Juara I tingkat nasional dan dimuat di antologi puisi ya? Apa judul antologi puisinya?

    Balas

    • Posted by teaterasbasmpnegeri23purworejo on 1 Desember 2013 at 04:56

      Terima kasih. Benar, puisi Ajie Pratama “Dalam Kisah Bersamamu” menjadi Juara I dalam Lomba Cipta Puisi Antarsiswa SMP/MTs Tingkat Nasional 2011 dalam rangka Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Puisinya juga dimuat di Antologi Puisi “Dalam Kisah Bersamamu” bersama puisi-puisi pemenang dan puisi-puisi finalis, serta puisi-puisi karya siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Yang sangat membanggakan, dalam antologi puisi tersebut terdapat 11 puisi ciptaan 11 siswa SMP Negeri 23 Purworejo. Mereka juga menjadi anggota Teater Asba.

      Balas

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: