Puisi-puisi Latifatul Musafiro

CAHAYA KESUCIAN

 

Mengapa kau hanya memainkan berhelai-helai rambut hitam

yang terus berkibar oleh belaian angin pengkhianatan

sedangkan dalam otak tersimpan

bertumpuk-tumpuk lembaran selaput mata

yang telah tercoret-coret tinta bening

menanti jatuhnya tetesan embun pagi

dari kejernihan pikiran

Cobalah telusuri jalannya waktu

Mentari akan segera kembali

dalam pangkuan hangat sang bumi

Jika tetap tak peduli

gelap akan menyiksa dalam gilasan gigi penyesalan abadi

Tidakkah terlihat bintang di angkasa belum teraih

Tidakkah berbekas di memori ingatan perjanjian nyata

dengan orang tua yang disaksikan

oleh tepuk tangan seribu bulan

Jangan biarkan perputaran mentari

terlampaui dengan kesia-siaan

Bergegaslah mencari cahaya kesucian

yang hilang terselip di antara serpihan hati

dan kokohkan iman

kandaskan gumpalan kebodohan nafsu jiwa

Bintang di angkasa akan tersenyum mesra

terus menanti gapaian tangan-tangan kebahagiaan

 

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2007 

TINTA MUTIARA

 

Tinta-tinta hitam hanya tercecer

di atas kertas suram

Tiada seorang pun yang mau mengusik

dengan senandung garis-garis tegak

Dalam hening aku merenungkan segala nasibnya

menjelangkan keraguan tak berarti

bersemayam pada kedamaian hati

Kudapati satu titik terang

yang mampu membawaku ke dalam istana keluhuran

Bersama keyakinan

kupungut mereka pada pujian ikhtiarku

kutelusuri satu per satu

sepanjang pensil yang masih kuat

untuk menopang segala kata mutiara

hingga terangkai keindahan

Pesonanya mampu menyaring huruf-huruf

hitam dan putih

kujadikan buku untuk dibaca sepanjang masa

Namun tak hanya sebatas itu

kusiramkan gerimis ilmunya

pada anak-anak kecil yang tak mampu membaca

bahasa kebahagiaan

memberinya setitik tinta untuk menuliskan

pedoman makna kehidupan

 

Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2007

 

BINTANG CINTA

 

 Kutatap sejuta bintang di langit

terpancar kilauan sinar kebesaran

dari pernik mahkota penghargaan

Tapi hanyalah satu bintang yang dapat memercikkan

harapan cintanya dalam nurani

Dia terlalu tinggi dan sulit untuk didapat

Keperkasaan telah merangkulnya dalam naungan kesetiaan

Mengepakkan sayap-sayap kebahagiaan

Dan terus memamerkan wajah kesucian

yang membuatku semakin jatuh hati

Terkadang hanya mendesiskan kerinduan yang bermakna

Kenapa kau hanya meraung

memanggil namaku di sana

Tidakkah ingin menyalami tanganku

atau sekedar mengetahui arti namaku

Memang terlalu jauh untuk diraih

tapi kerlap-kerlip sinarnya tak mampu ditepis

oleh pekatnya mendung

Selalu membakar semangat untuk mendapatkannya

akan selalu kutulis benih-benih pengetahuan

Lalu kau kuserap dalam hati dan pikiran

hingga merasuki setiap tetes darah

yang mengaliri sungai penantian

Tenanglah kau di sana, pasti aku akan datang menjemputmu

untuk kugenggam erat dan menjadikannya sumber kehidupanku

 

 Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2007

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: