Renungan Sastra dan Teater

Perjalanan Sastra dan Teater

Berbekal Nurani Rembulan Pendidikan

Kepada: Insan Penapashidup Sastra dan Teater di Sekolah

Wahai, Saudaraku. Marilah kita sejenak menundukkan kepala dan membuka kembali hati nurani hingga ke relung-relungnya. Tak lepas pula kita senantiasa memasrahkan diri lahir dan batin kepada ALLAH SWT, bermunajat kepada-Nya, karena atas rahman-rahim-malikul mulki-Nya kita terlahir ke dunia hingga kelak kita akan dipanggil pulang ke haribaan-Nya. Marilah kita titi kembali untaian perjalanan yang telah kita tukmaninahi, perjalanan selama tujuh belas tahun kegiatan kreativitas sastra dan teater kita, serta sekaligus bumi pertiwi ini telah meresapi kemerdekaan selama enam puluh empat tahun hingga kini. Terutama perjalanan kita menapashidupi sastra dan teater di almamater kita tercinta ini, perjalanan melukisukirkan warna kreatif pada dunia pendidikan dengan makna sastra dan teater. Untaian perjalanan dengan kesetiaan dan cinta kita meniupkan napas di ubun-ubun sastra dan teater hingga di dunia pendidikan keduanya senantiasa hidup berdampingan dengan kemesraan. Meski kadang kita tergoda oleh nikmatnya pengkhianatan dan egoisme yang mengancam kehidupan sastra dan teater, kebersamaan-pengabdian-tanggung jawab-kesadaran-dan cinta kita jualah yang senantiasa menjelmakan sastra dan teater tetap bermakna bagi manusia, kemanusiaan, hidup, dan kehidupan.

Kita sadar bahwa selama ini detak jantung dan aliran darah kita telah terukiri oleh makna sastra dan teater. Jantung dan darah kita adalah bagian dari napas hidup kita. Kita sadar benar-benar bahwa napas dan hidup adalah anugerah dari ALLAH SWT. Oleh karena itu, marilah kita berpasrah diri dan memohon kepada-Nya, agar keridaan-Nya senantiasa terpancar kepada kita dalam kita menapashidupi sastra dan teater sekaligus memberi warna kreatif pada dunia pendidikan dengan makna sastra dan teater.

Ya, Allah, kepada-Mu kami berserah diri atas hidup dan mati kami, seluruh detak, degup, dan debar hidup kami adalah milik-Mu, termasuk detak, degup, dan debar kami dalam menapashidupi sastra dan teater sebagai warna kreatif di dunia pendidikan kami.

Ya, Allah, izinkanlah kami menyematkan cahaya sastra dan teater di lubuk nurani kami. Bahwasanya: Sastra dan Teater adalah sepasang merpati terbang menebarkan kebenaran, keadilan, dan kedamaian. Sastra dan Teater memperluas cakrawala dan membuka dunia dengan kunci ilmu.  Sastra dan Teater mewarnai kanvas kehidupan dengan indahnya kebersamaan dan cinta sesama manusia. Sastra dan Teater menjadikan hidup lebih bermakna bagi kemanusiaan.  Sastra dan Teater membuka mata lahir dan mata batin terhadap ke-nyataan hidup dan kehidupan. Sastra dan Teater adalah keluasan ranah estetika, etika, dan humaniora yang tetap berpijak pada logika. Sastra dan teater menggenggam filosofi budaya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Sastra dan teater adalah perjalanan melintasi lembah dan hutan-Mu, mengarungi samudra-Mu, menjelajah angkasa-Mu.

Ya, Allah, bimbinglah kami senantiasa dalam melanjutkan menguntai perjalanan menapashidupi sastra dan teater. Pancarkanlah senantiasa cahaya rahman-rahim-malikul-mulki-Mu ke dalam diri kami lahir dan batin, sehingga kami senantiasa memiliki kasih sayang dan kekuatan dalam melanjutkan menguntai perjalanan hidup kami. Amin.

(Persembahan Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, Jawa Tengah)

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: