Puisi-puisi Winda Putri Ayuning Tias

AKU TAK PERNAH MENGERTI


aku tak pernah mengerti

tentang yang kaukatakan sebagai syair damai

justru saat kau terpelanting dalam lalai

tentang yang kau sebut sebagai wibawa tonggak

justru kautancapkan saat kau sibuk berlagak

derap langkahmukah mengobarkan api kemurkaan

hingga hujan keikhlasan tak mampu memadamkan

tutur katamukah menurunkan badai berkepanjangan

hingga payung kelembutan tak kuasa menahan

aku rindu kau kembali

turut melantunkan syair damai

memahat renung relief ramayana mahabarata

menutup kisah dentam dendam


BADAI NEGERI INI


bulir-bulir kasih bergelantung di sayap langit

memancarkan cahaya awan berarak

memenjarakan desir angin kebahagiaan

dalam buaian hasrat duniawi

di antara kepak-kepak wangi bunga menebar aneka berita

dan menanam benih-benih suram di perut pertiwi

kapan kita dapat menangkap hamparan rumput berbunga

merangkul dalam lantunan doa


CATATAN BERLAGU


mencoba menghapus tinta bayang-bayang diri

yang terlambung terlampau tinggi di atas mimpi

melenggang bersama pengkhianatan

di bingkai kesejukan waktu kau melagu haru

tak kuasa melepas belenggu bayangmu

meski hati terbentang jendela dan pintu

harapan masih menanti dengan kemurnian telaga

dendang lagu nyata akan membimbingmu kembali

mendaki tebing kebenaran sejati

menuju bukit bertabur cahaya pagi


CATATAN KEINGINAN


kuingin segera menghadapmu

jika diizinkan duduk di sampingmu

merangkulku dari kesesakan

ketika tut wuri handayani tak lagi dihayati

rawe-rawe rantas hilang dengan tuntas

gugur gunung dan sambatan tak lagi jadi teladan

perpecahan merambah menggores lembaran-lembaran kisah

ditutup rapat-rapat diganti berdentam-dentam dendam


DI ANTARA HARAPAN


lembayung kehidupan mencatat kenangan indah

memayungi bahtera dalam rona-rona kebahagiaan

dari asap-asap nafsu menggila

yang karenanya banyak korban membangkai

setelah tersiksa dalam bertahun sendu tatap mata

menggunungkan harapan menabungkan impian

tergiris hati terdalam dalam ombang-ambing ombak ganas

kendati terus mencoba menggapai senyum rembulan


SEBUAH CATATAN


membuka lorong keinsyafan membelah jalan berliku

menggapai daun-daun pintu sorga

dalam ayunan karang terjal peristiwa ke peristiwa

dan camar-camar menyebarkan kabar di antara riak ombak berdebur

menyapa jiwa raga ketika lantunan ayat api menyangga sukma

mempertahankan kehidupan dari pembajak-pembajak waktu

merenggangkan untaian-untaian kasih

dalam deru desah kehidupan


SERASUK BISIKAN


bisikan siapa merobohkan tiang-tiang benteng keberanian

menggelindingkan bongkahan-bongkahan hati

dalam desah membius merasuk dalam sukma

melahirkan bangkai-bangkai di sudut-sudut jalan

terlupakan sudah nyanyian menzikir tasbih

yang telah meredakan tangis derita

menebarkan cinta kasih sesama


(Winda Putri Ayuning Tias, Teater Asba SMP Negeri 23 Purworejo, 2003)

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: