Ujung Langkah

sekuntum mawar cucuran air mata

dengan harapan yang tersisa

mencari arti hidup

di antara debu dan asap keserakahan

kumbang dunia

“jangan menangis di ujung detik

mulailah melangkah bersama bulan”

(Ana Kusnadi, Teater Asba, 1994)

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: