Cermin Hati

Di tengah-tengah kotoran siang

Cermin hati semakin retak

Oleh tatapan sinar mata siang

Yang menggelora dalam kabut jiwa

Hati pun semakin rindu

Akan hangatnya belaian syair-Mu

(Herlina, Teater Asba, 1994)

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: