Senandung Kemboja

Gagak hitam lukis memori kelam
dengan kanvas kain kafan
wangi kembang duka
berbaur dengan bau tanah merah
yang basah air mata
kemboja nyanyikan lagu perpisahan kekal
dari jagad kelanggengan

(Amalia Fibriyanti, 1994)

2 responses to this post.

  1. Salam kenal…
    puisi ini mengingatkan pada seseorang…
    sukses!!!

    Balas

    • Posted by teaterasbasmpnegeri23purworejo on 8 April 2009 at 12:53

      Salam kenal juga…
      Jika benar puisi ini mengingatkan pada seseorang, semoga setiap percik yang baik sajalah mampu terlahir kembali, sehingga kenangan indah yang senantiasa tercipta.
      Terima kasih, Mas. Semoga kami mampu menapak lebih indah dan bermanfaat.

      Balas

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: