Mengapa Hanya Tawa Tersisa

mengapa hanya tawa tersisa
di antara darah deras mengalir
melalui maraknya sang duri
di antara langkah tiada berakhir

mengapa hanya tawa tersisa
mengumbar dosa di atas derita
menginjak damar penerang
mengisap darah kehidupan

kala hanya tawa makin tersisa
tetap kugapai damar itu
dengan tangan-tangan kesetiaan
yang tak anyir keringat

(Agus Fitrianto, 1994)

Tulislah Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: